Tahun 2010 lalu, pemerintah RI melalui Kementrian Pendidikan Nasional melakukan pengadaan laboratorium bahasa untuk 5.092 Sekolah Menengah Pertama di seluruh wilayah Indonesia.
Laboratorium Bahasa Penting Untuk Sebuah Sekolah
Sekolah atau instansi yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap tentu menjadi nilai jual dan nilai lebih di banding sekolah lainnya yang tidak ada pelengkap proses belajar mengajar. Salah satu hal penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah adanya laboratorium penunjang. Misalnya Laboratorium IPA ataupun Laboratorium Bahasa.
Pembelajaran di Laboratorium Bahasa
Mengingat persaingan kerja sekarang saja sudah sedemikian ketatnya, maka mau tidak mau sekolah harus mempesiapkan lulusannya agar bisa bersaing dalam lapangan pekerjaan. Kompetisi global membutuhkan ketrampilan berbagai aspek, salah satu aspek penting adalah penguasaan bahasa inggris ataupun bahasa asing lainnya. Dengan menguasai bahasa internasional (bahasa inggris), minimal lulusan sekolah sudah memiliki bekal ketika wawancara pekerjaan. Dengan tersedianya sarana dan prasarana Laboratorium Bahasa yang lengkap dan menunjang serta dengan terpenuhinya perangkat sistem komputer digital, maka semakin memudahkan kita khususnya para pelajar yang masih muda untuk mengadakan proses belajar bahasa Inggris ataupun bahasa asing yang lainnya. Dengan begitu mereka (pelajar) akan mempunyai dasar yang kuat untuk mengembangkan dirinya di dalam kehidupan bermasyarakat.
Laboratorium Bahasa di Indonesia
Hal-Hal Utama
Keefektifan laboratorium bahasa disekolah-sekolah Indonesia pada saat ini sangat rendah dan tergantung pada kemampuan dan kepandaian masing-masing guru serta kepala sekolah diantara sekolah-sekolah tersebut. Situasi seperti ini timbul karena model laboratorium bahasa yang ada kebanyakan tidak dipergunakan serta penyelenggaraan penginstalasian laboratorium bahasa di sekolah tidak diawasi kwalitasnya (tidak adanya standarisasi kwalitas), juga masalah operasional (termasuk pembiayaan yang pro-aktif dan reaktif, suku cadang, pemeliharaan, pelatihan dan anggaran perlatan) tidak ditujukan secara efektif. Penginstalasian laboratorium bahasa biasanya tidak berdasarkan pada rencana jangka waktu yang cukup lama dan kurang terkoordinasi. Rencana teknologi, pelatihan guru dan pengenalan peralatan mengajar sebaiknya harus sudah diperkenalkan sebelum peralatan tersebut dipasang.
Berdasarkan Situasi Yang Ada
Dalam tahun 1982/83 sebanyak 500 Tandberg (sistem 500) Audio Active Comparative (ACC) laboratorium bahasa sebenarnya sudah diinstaslasi disekolah-sekolah Indonesia. Banyak laboratorium Tandberg yang asli masih teta beroperasi. Meskipun, sangat bervariasi sekali dalam hal tingkat ketahanannya juga dalam hal penggantian suku cadang sekarang ini menjadi masalah yang cukup serius. Dan mereka telah "tersapu" oleh penginstalasian baru (kebanyakan laboratorium bahasa Panasonic) yang sampai saat ini masih terus bertahan.






